Bogor Agricultural University

DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN

Fakultas Pertanian - Institut Pertanian Bogor

Tuesday November 19, 2019
Home  //  Featured News  //  Atasi Logam Berat dengan Aplikasi AIMS, Mahasiswa MSL Raih Juara 2 Kompetisi Nasional
  • Register

Choose Language

Indonesian English

AGENDA:

  • Silaturahmi/ Temu Kangen Keluarga Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Faperta IPB
  • Visitasi Program Studi Magister Perencanaan Wilayah
  • Visitasi Program Studi Doktor Ilmu Tanah

Selamat Datang di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB

Ketua Departemen ITSL Dr Ir Baba BarusDepartemen   Ilmu  Tanah  dan  Sumberdaya  Lahan  berkomitmen  melaksanakan  pendidikan dan pengembangan  ilmu-ilmu  tanah  dan  sumberdaya  lahan  bermutu  tinggi,  yang  ditunjukkan oleh dosen dengan kualifikasi tinggi dan pengelolaan manajemen  yang professional  serta menerapkan ilmu-ilmu tersebut ke masyarakat untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2015/2016

Penerimaan Mahasiswa Baru

KENAPA PILIH ITSL?

  Submit Akreditasi Internasional AUN QA
  Terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
  Pusat Keunggulan Dalam Pendidikan, Penelitian dan Pelayanan Kepada
         Masyarakat Pada Bidang Ilmu-Ilmu Tanah Dan Sumberdaya Lahan
  Lulusan Dapat Bekerja Di Bidang Pertanian, Badan Pertanahan Nasional,
         Perkebunan, Surveyor Tanah, Peneliti, Departemen Lingkungan Hidup,
         Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, Pertambangan,
         Perusahaan Swasta, dosen/staf pengajar, dll.

09
Oct 2019
Print
Email


soil ilmu tanah ipb

Bahaya pangan yang mengancam kesehatan masyarakat salah satunya disebabkan oleh kandungan logam berat pada pangan tersebut. Pencemaran logam berat di lahan pertanian selain merusak lingkungan juga merugikan berbagai pihak, tak hanya petani, namun juga pemerintah dan masyarakat. Pencemaran logam di lahan pertanian ini rata-rata bukan hanya karena aktivitas industri melainkan juga akibat sistem pertanian intensif (pemberian pupuk anorganik dan pestisida) yang berlebihan dan dibiasakan oleh petani sejak era revolusi hijau di era Orde Baru.

Hal ini mendorong tiga mahasiswa IPB University, Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian (Faperta) yaitu Muhammad Anggi Imaduddin, Agung Nurfaizi, dan Afidya Pramesti untuk menggagas aplikasi yang berjudul “AIMS” (Agricultural Input Management System).

“Aplikasi AIMS ini dapat mengatasi pencemaran logam berat di lahan pertanian terutama akibat pertanian intensif. Aplikasi ini bekerja dengan mengumpulkan data analisis tanah pada lahan pertanian yang selanjutnya dibandingkan data kandungan logam dengan ambang batas lingkungan untuk mendeteksi pencemaran logam. Semua data disimpan dalam GIS (peta digital), lalu dibuat databasenya dan dihubungkan ke aplikasi AIMS,” terang Imad sebagai Ketua Tim.

Agung juga ikut menjelaskan bahwa setelah data terkumpul, aplikasi ini akan memberikan rekomendasi pada tanah-tanah yang tercemar melalui rekomendasi preventif dan represif. Rekomendasi preventif berupa pencegahan dengan efisiensi pengaplikasian pupuk dan pestisida melalui metode-metode perhitungan yang tepat (seperti rekomendasi pupuk site spesific) agar tidak terjadi pemberian input yang berlebihan.

“Sedangkan secara represif (yang telah tercemar) diberikan rekomendasi pemberian fitoremediasi, bioremediasi (mikroorganisme) dan bahan organik. Semua rekomendasi yang diberikan tentu mengikuti kajian lingkungan dan kesesuaian lahannya, sehingga tepat dan akurat,” tambahnya.

Melalui gagasan aplikasi tersebut, Imad bersama dengan rekan-rekannya berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi Lomba Karya Tulis Imiah (LKTI) SCIENTIST tingkat Nasional yang dilaksanakan di Universitas Negeri Jember, September lalu.

Imad dan rekan-rekannya berharap aplikasi AIMS ini dapat dikembangkan dan dapat menjadi solusi dalam mengatasi pencemaran logam berat di lahan pertanian melalui manajemen input lahan yang efisien dan tepat.

“Kami berharap agar ke depannya informasi dan seluruh data mengenai pencemaran lahan pertanian dapat terkumpul dan mudah diakses serta dapat diatasi masalahnya melalui sistem rekomendasi dalam aplikasi ini. Karena aplikasi ini bukan hanya ditujukan untuk pemilik lahan (petani) serta pendamping (penyuluh), melainkan dapat digunakan untuk instansi-instansi pemerintah seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pertanian dalam memudahkan pendataan lingkungan, memberikan kebijakan serta pengawasan lingkungan yang tercemar logam berat,” tutup Imad. (SHM/Zul).


Sumber: IPB University 

SATREPS

SATREPS

Arsip Berita

The Most 3D Formation IPB 55

SAR for Land Resource Management

SAR LRM

Download Leaflet

Download

Download Notulen Rabuan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB

Info Akademik

Info Akademik Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

IPB Mobile for Student

IPB Mobile for Student

IPB Scientific Repository

IPB Scientific Repository

IPB Mobile for Lecturer

IPB Mobile for Lecturer

IPB Today

IPB Today

IPB Mobile for Staff

IPB Mobile for Staff

PPID IPB

PPID IPB

Statistics

Articles View Hits
1664702

Guests Online

We have 23 guests and no members online

Info Beasiswa

  • Tawaran Beasiswa dari KDI School of Public Policy and Management, Info lengkap klik disini
  • Sekolah Pascasarjana UGM menawarkan beasiswa program Magister (S2) bidang multidisiplin, informasi lengkap klik di sini
  • Tawaran Beasiswa Pemerintah Australia Informasi lengkap klik di sini atau dapat mengunjungi website: www.australiaawards.gov.au

Info Lowongan

Find Us

Jurnal Tanah dan Lingkungan - Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Twitter

Pedoman Penentuan Daya Dukung & Daya Tampung Lingkungan Hidup

Facebook

Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Instagram

Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Infographics

Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN

Wing 12 Level 5
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga Bogor 16680 West Java, Indonesia
Telephone: +62 251 629 360, 629 354 Ext. 1251, Fax: +62 251 629 358

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.