Blog

IPB University Opens 2026 Summer Course on Advanced Digital Agriculture, Welcoming 27 Participants from Three Countries

Bogor – The Department of Soil Science and Land Resource and the Smart Agriculture Study Program, Faculty of Agriculture, IPB University, officially opened the 2026 International Summer Course on Advanced Digital Agriculture (SCADA) on Monday (5/10/2026). Organised jointly with Gyeongsang National University and the Leading University Project International Cooperation, the programme brings together 27 students and scholars from three countries: Indonesia, Malaysia, and Canada. The opening ceremony was attended by the Director of International Program of IPB University, Dr. Raden Dikky, MM; the Dean of the Faculty of Agriculture, IPB University, Prof. Suryo Wiyono, M.Agr.; the Dean of the Faculty of Agrotechnology and Applied Sciences (Fakulti Agroteknologi dan Sains Gunaan), ICATS; the Vice Dean for Academic and Student Affairs and the Vice Dean for Resources, Cooperation, and Development of the Faculty of Agriculture, IPB University; the Head of the Department of Soil Science and Land Resource; lecturers; and accompanying lecturers of ICATS students. SCADA 2026 was officially opened by the Dean of the Faculty of Agriculture, Prof. Suryo Wiyono, M.Agr. In her report, SCADA 2026 Chairperson Dr. Sri Malahayati Yusuf, M.Si., expressed her gratitude to all guests and participants for their presence. “We are thrilled to host such a talented and diverse group of students and scholars representing three different countries,” she said. SCADA 2026 is delivered in a hybrid format, combining online and offline sessions. The online sessions began on 21 September and will run until 31 October 2026, while the offline sessions run from the opening day until 10 October 2026, followed by a guest lecture on 14 October 2026. Through the offline sessions, participants deepen their practical knowledge and skills in the fundamentals of smart farming and soil health. Sessions held so far have covered soil carbon and soil health, soil GHG, sustainability, fertigation, drones, proximal sensing, and geopositioning, delivered by lecturers from Indonesia (IPB University), Japan (Kyoto University and Tokyo University of Agriculture and Technology/TUAT), and Sweden (Swedish University of Agricultural Sciences/SLU). Participants also take part in hands-on field activities and field excursions designed to broaden their academic horizons. Following the excursions, participants will attend further offline sessions on digital agriculture, crop modelling, remote sensing, and machine learning, delivered by lecturers from IPB University and Gyeongsang National University (GNU). “We hope this summer course will be a memorable chapter in your academic journey,” said Dr. Sri Malahayati, closing her report. The opening ceremony concluded with a group photo session with all guests, lecturers, and participants.

SD Alam Cendekia Bogor kunjungan ke Green House

SD Alam Cendekia melakukan kunjungan ke Green House/ Rumah Kaca Kebun Percobaan Cikabayan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University pada hari Jum’at tanggal 18 September 2026. Kegiatan kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Green House kepada para siswa secara langsung. Rangkaian kegiatan yang dilakukan para siswa adalah mengenal dan melihat secara langsung tanaman yang ada di dalam Green House, membandingkan perbedaan suhu dan kelembaban di dalam Green House, belajar mengukur tinggi tanaman dan lebar daun, serta belajar untuk menyemai tanaman sayur yakni cabai. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang menarik dan menyenangkan untuk memperkenalkan dunia pertanian bagi para siswa.

TOMATEC dan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB Rintis Kerja Sama terkait Pupuk Unsur Hara Mikro

TOMATEC melakukan kunjungan ke Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University pada hari Kamis tanggal 10 September 2026 untuk membuka peluang kerja sama di bidang pupuk unsur hara mikro. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Fritted Trace Element (F.T.E.), yaitu pupuk mikro berbasis material kaca yang dirancang untuk melepaskan unsur hara secara bertahap di dalam tanah. Teknologi ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan unsur mikro sekaligus menekan kehilangan hara akibat pencucian. TOMATEC juga telah mengembangkan beberapa formulasi F.T.E. yang mengandung unsur seperti Mn, B, Zn, Cu, dan Mg untuk kebutuhan tanaman yang berbeda. Diskusi tidak berhenti pada pengenalan produk. Pertemuan juga mengeksplorasi peluang penelitian bersama untuk melihat bagaimana pupuk mikro tersebut bekerja pada kondisi tanah dan tanaman di Indonesia. Kajian ke depan dapat mencakup perubahan ketersediaan hara di tanah, serapan unsur mikro, respons pertumbuhan, hingga produktivitas tanaman. Dari hasil pengujian tersebut, kedua pihak melihat peluang untuk membangun dasar ilmiah yang lebih kuat sekaligus mengembangkan publikasi bersama antara TOMATEC dan IPB University.

Mahasiswa dari Tokyo University of Agricultural and Technology dan Universitas Indonesia Kunjungan ke Agri-Photovoltaic Research Station

Guest Lecture: Akita Prefectural University

Apakah Anda tertarik dengan perkembangan tanah dan tanaman pada tingkat molekuler? Hadirilah Kuliah Tamu yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Internasional, berkolaborasi dengan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB! 🗣️: Presiden Hiroo Fukuda (President of Akita Prefectural University)🔬: Molecular Mechanism of Plant Vascular Differentiation as a Model of Plant Development Pelaksanaan:🗓️ : Selasa, 21 Juli 2026⏰ : 10.00 – 12.00 WIB📍 : Ruang Sidang Bachtiar Rifai, Fakultas Pertanian Wing 19 Level 5 📌 Daftarkan diri Anda melalui tautan berikut:🔗 https://ipb.link/guess-lecture-apu-2026 Periode Pendaftaran:📆 13 – 20 Juli 2026 Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui:📧 Email: dpi_ipb@apps.ipb.ac.id📱 WA: 081290145451📷 IG: @ied_ipb🌐 Website: global.ipb.ac.id Kami tunggu kehadiran Anda! 🌿

SUMMER COURSE SCADA 2026

The Department of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, IPB University, proudly presents the Summer Course on Advances in Digital Agriculture (SCADA) in collaboration with Smart Agriculture Study Program, Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Kyoto University, and Gyeongsang National University (GNU). This SCADA program offers a unique opportunity for students worldwide to explore the future of agriculture through the lens of digital innovation. Why Join SCADA 2026? Digital transformation is reshaping agriculture, enabling precision farming and smarter resource management. Participants will gain insights into cutting-edge technologies such as drones, IoT-based sensors, satellite imagery, and artificial intelligence, all of which are revolutionizing soil science and agricultural practices. The program combines theoretical knowledge with hands-on experience, ensuring that students not only understand the concepts but also apply them in real-world contexts. SCADA 2026 is delivered in a hybrid format that combines online lectures and seminars with offline practical sessions, fieldwork, excursions, and cultural activities. Students will engage in field practices such as surveying, remote sensing for agriculture, controlled environment agriculture, and carbon dioxide (CO2) measurement in rice fields. In addition, excursions will take participants to Geopark Pongkor, the Gold Museum in Nanggung, Malasari Tea Plantation, the Soil and Agriculture Museum, and the Bogor Botanical Garden. These visits offer both scientific enrichment and cultural immersion, allowing participants to better understand Indonesia’s agricultural landscapes, environmental systems, and local wisdom in land management. The entire program is equivalent to 180 learning hours (4 credits), making it a substantial academic experience that contributes to students’ international exposure and professional development. Beyond technical knowledge, SCADA 2026 also fosters global networking, cultural exchange, interdisciplinary collaboration, and a deeper understanding of sustainable agriculture across countries. Join us in this exciting journey to discover how digital agriculture is shaping the future of food and farming. Be part of a global classroom where soil science meets smart technology, and were innovation drives sustainability. Registration is now open. Don’t miss this opportunity to learn, explore, and connect with students and experts from around the world. Join SCADA 2026 and be part of the future of farming.

Pemberian bantuan Pendidikan bagi Putra/Putri Tenaga Kependidikan DITSL dari alumni Ilmu Tanah angkata 15, Kamis, 29 April 2026

Mahasiswa MSL Angkatan 61 Borong Tiga Medali di Budi Luhur University National Karate Championship 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Afina Nadhira Yuvani Putri (NIM A1401241067), mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan (MSL) angkatan 61, berhasil meraih tiga medali sekaligus pada ajang Budi Luhur University National Karate Championship 2026 yang digelar pada 6-8 Februari 2026. Dalam kejuaraan nasional bergengsi ini, Afina menunjukkan performa luar biasa dan berhasil membawa pulang: – *Medali Emas (Juara 1)* Kata Perorangan Mahasiswa Kyu 5 Putri – *Medali Emas (Juara 1)* Kata Beregu Mahasiswa Putri – *Medali Perak (Juara 2)* Kata Beregu Senior Putri Selamat kepada Afina Nadhira Yuvani Putri! Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meraih pencapaian lebih tinggi di masa mendatang. 🏅🏅🏅 #SOILJUARA

Penyetaraan Aktivitas

kunjungan siswa SMP dan SMU Budi Utomo Depok

Pada hari Selasa tanggal 2 Desember 2025 telah dilaksanakan penerimaan kunjungan siswa SMP dan SMU Budi Utomo Depok sejumlah 53 siswa, 4 guru, dan 2 staf dokumentasi. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkenalkan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan. Kunjungan disambut oleh Ketua Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan beserta tim. Siswa siswa dibagi ke dalam empat kelompok pembelajaran yaitu Pengembangan Sumberdaya Fisik Lahan, Kimia dan Kesuburan Tanah, Konservasi Tanah dan Air, dan Penginderaaan Jauh dan Informasi Spasial. Pada kelompok Pengembangan Sumberdaya Fisik Lahan, kepada siswa siswa dijelaskan bahwa tanah terbentuk melalui proses panjang yang dimulai dari pelapukan batuan akibat pengaruh iklim (panas dan hujan) yang terus-menerus. Pelapukan ini awalnya menyebabkan retakan pada batuan yang kemudian menjadi tempat tumbuh organisme pionir, seperti lumut dan tumbuhan sederhana. Organisme ini membantu mempercepat pelapukan dan memanfaatkan mineral penting dari batuan, seperti kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Selama ribuan tahun proses ini berlangsung hingga menghasilkan tanah. Karakteristik tanah berbeda-beda, misalnya ada yang berwarna gelap ada yang berwarna terang, ada yang memiliki pH tinggi ada yang pH-nya rendah. Pengamatan tanah dapat dilakukan secara langsung (dilihat dengan mata) dan menggunakan alat bantu (buku Munsell dan kertas lakmus). Karakteristik ini memengaruhi kesuburan tanah dan bagaimana pemanfaatannya untuk budidaya pertanian. Pada kelompok Kimia dan Kesuburan Tanah, para siswa mengikuti praktikum kimia analitik dasar yang dipandu langsung oleh peneliti laboratorium, meliputi pengenalan alat laboratorium, pengukuran derajat keasaman (pH) tanah dari beberapa sampel, serta praktikum flokulasi pada suspensi tanah liat untuk mengamati proses penggumpalan partikel. Pada kelompok Konservasi Tanah dan Air, siswa siswi diberikan penjelasan terkait dengan kandungan air di dalam tanah dan kekuatan tanah, serta pengukurannya. Melalui praktik singkat yang diberikan, siswa siswi mengetahui dimana posisi air di dalam tanah dan bagaimana proses pergerakan peresapan air ke dalam tanah.  Parameter kekuatan tanah juga  merupakan bagian penting dalam menopang pertumbuhan tanaman. Pada kelompok Penginderaan Jauh dan Informasi Spasial, siswa siswi diberikan Pengenalan Penginderaan Jauh untuk Praktik Pertanian” dengan materi mencakup penjelasan blok model geomorfologi untuk memahami bentuk permukaan bumi, praktik penggunaan stereoskop saku dalam melihat foto udara tiga dimensi, serta pengenalan drone dan teknik penerbangannya untuk pemetaan dan pemantauan lahan pertanian. Melalui sesi interaktif ini, siswa memperoleh pengalaman langsung tentang bagaimana teknologi penginderaan jauh mendukung pertanian modern dan meningkatkan kemampuan analisis spasial mereka. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman dengan penggunaan alat pelindung diri sesuai standar laboratorium dan lapangan.